Menu

Mode Gelap

Pos-pos Terbaru · 11 Feb 2026 18:07 WITA

Program Plasma Kembang Janggut Hasilkan Rp200 Juta per Tahun, Koperasi Nilai Masih Kurang


Program Plasma Kembang Janggut Hasilkan Rp200 Juta per Tahun, Koperasi Nilai Masih Kurang Perbesar

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Ketua Koperasi Desa Merah Putih Kembang Janggut, Yadi, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah beserta jajaran Dinas Koperasi, Dinas Perkebunan, pemerintah desa, dan camat atas dukungan yang telah diberikan dalam pelaksanaan program plasma bagi masyarakat.

Selain itu, pihaknya juga memberikan penghargaan kepada perusahaan REA Kaltim yang dinilai memiliki komitmen dalam menjalankan tanggung jawabnya terhadap kewajiban plasma.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait atas dukungannya. Kami juga berterima kasih kepada REA Kaltim yang telah menunjukkan komitmen dalam pelaksanaan tanggung jawab plasma,” ujar Yadi.

Menurutnya, penyerahan tiga unit usaha yang saat ini dikelola melalui skema sewa merupakan bagian dari realisasi dukungan tersebut. Adapun biaya perawatan, termasuk maintenance dan BBM, ditanggung oleh pihak perusahaan. Koperasi hanya menerima hasil sewa dari unit tersebut.

“Jika satu unit disewa Rp7 juta, dikalikan tiga unit, maka dalam setahun estimasinya bisa mencapai lebih dari Rp200 juta,” jelasnya.

Namun demikian, Yadi menilai hasil tersebut belum sepenuhnya mencukupi jika dibandingkan dengan jumlah calon penerima manfaat (CPM) di Desa Kembang Janggut yang mencapai kurang lebih 870 orang.

“Kalau dibagi kepada sekitar 870 calon penerima manfaat, tentu nominal itu belum cukup untuk pembagian rutin per bulan,” terangnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan komitmen yang telah disepakati, skema saat ini terdiri dari 60 persen dari sektor kebun dan sekitar 40 persen dari dukungan unit usaha. Unit yang disewakan tersebut disebut sebagai bagian untuk mengganti sekitar 20 persen dari kewajiban plasma.

Meski demikian, pihak koperasi berharap program ini tidak berhenti pada dukungan unit semata, melainkan dapat berkembang lebih besar, khususnya pada sektor kebun yang dinilai memiliki potensi jangka panjang.

“Kami berharap ini menjadi awal dari program kegiatan produktif yang lebih besar. Ke depan, dukungan dari sektor kebun sangat kami harapkan agar manfaatnya bisa lebih maksimal bagi seluruh anggota,” pungkas Yadi. (atr)

Artikel ini telah dibaca 49 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Erau 2026 Digelar September di Tiga Kawasan, Sekolah Akan Dilibatkan

1 Agustus 2026 - 19:25 WITA

Erau Adat Kutai 2026

Pemkab Kukar Kaji Beasiswa S1 Perangkat Desa, Sasarannya Pemegang KTP Kukar

1 Agustus 2026 - 19:19 WITA

beasiswa S1 perangkat desa Kukar

Operasi Antik Kukar Ungkap 29 Kasus Narkoba, Penyerahan Pakai Titik GPS

31 Juli 2026 - 15:28 WITA

Operasi Antik Mahakam 2026 Kukar

Sekda Kukar: Regulasi Insentif Guru Non-ASN Belum Sah Saat Program Berjalan

30 Juli 2026 - 17:19 WITA

insentif guru non-ASN Kukar

Mangkir Kerja Jadi Pelanggaran Terbanyak, 8 ASN Pemkab Kukar Diberhentikan

30 Juli 2026 - 15:40 WITA

ASN Pemkab Kukar diberhentikan

Rahmat Dermawan Bantah Walkout PDI-P Kukar atas Instruksi Pihak Luar

29 Juli 2026 - 18:55 WITA

walkout PDI-P Kukar
Trending di Pos-pos Terbaru