Menu ✖

Mode Gelap

Advertorial · 10 Okt 2025 19:58 WITA

Program Sekolah Adiwiyata Jadi Langkah DLHK Kukar Bangun Kesadaran Lingkungan Dini


Aji Sayid Muhammad Ali, Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda DLHK Kukar, menjelaskan strategi pembinaan Sekolah Adiwiyata untuk memperkuat pendidikan lingkungan di Kukar. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Aji Sayid Muhammad Ali, Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda DLHK Kukar, menjelaskan strategi pembinaan Sekolah Adiwiyata untuk memperkuat pendidikan lingkungan di Kukar. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Kesadaran menjaga lingkungan tidak cukup diajarkan lewat teori. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) terus memperkuat pendidikan berwawasan lingkungan lewat Sekolah Adiwiyata. Program ini menjadi wadah strategis untuk menanamkan nilai-nilai kelestarian sejak usia dini.

Aji Sayid Muhammad Ali, Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda DLHK Kukar, mengatakan pihaknya intens melakukan pembinaan terhadap sekolah-sekolah agar memenuhi kriteria Adiwiyata. Menurutnya, pembinaan tersebut tidak hanya menyangkut kebersihan dan penghijauan, tetapi juga integrasi prinsip ramah lingkungan dalam seluruh aktivitas belajar-mengajar.

“Untuk 2025, kami sudah mengajukan dua sekolah dalam kategori Adiwiyata Nasional dan dua sekolah dalam kategori Adiwiyata Mandiri. Proses seleksi administrasi sudah selesai, tinggal menunggu pengumuman,” ujar Ali.

Adapun sekolah yang diajukan ke kategori Adiwiyata Nasional yaitu SMPN 3 Muara Badak dan SMPN 1 Muara Jawa. Sedangkan di kategori Adiwiyata Mandiri, DLHK Kukar mengajukan SMPN 2 Tenggarong dan SD Islam Terpadu Al Ihsan Muara Kaman.

Ali menjelaskan bahwa keberhasilan sekolah dalam program Sekolah Adiwiyata tidak berhenti pada penghargaan semata. Lebih dari itu, program ini diharapkan mampu membentuk karakter dan budaya peduli lingkungan di kalangan pelajar, guru, dan masyarakat sekitar.

“Adiwiyata bukan sekadar penghargaan. Kami ingin sekolah menjadikan nilai-nilai lingkungan sebagai bagian dari budaya dan kebiasaan sehari-hari,” tegasnya.

Riwayat Sekolah Adiwiyata di Kukar

Pada 2024 lalu, tiga sekolah di Kukar telah menorehkan prestasi nasional. SDN 008 Muara Jawa berhasil meraih predikat Adiwiyata Nasional, sementara SMAN 1 Muara Jawa dan SMPN 2 Loa Janan menyandang predikat Adiwiyata Mandiri.

Capaian ini menjadi motivasi tambahan bagi DLHK Kukar untuk memperluas pembinaan ke lebih banyak sekolah. Melalui sinergi dengan Dinas Pendidikan dan dukungan masyarakat, DLHK Kukar menargetkan peningkatan jumlah sekolah Adiwiyata di seluruh kecamatan.

“Semakin banyak sekolah yang berpartisipasi, semakin kuat pula kesadaran lingkungan yang tumbuh di masyarakat,” kata Ali.

DLHK Kukar berharap Sekolah Adiwiyata tidak hanya melahirkan siswa berprestasi, tetapi juga generasi yang peduli dan bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan. (adv/dlhkkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ganggu Warga, 13 Tempat Hiburan di Kota Bangun Dipantau Satpol PP

7 Oktober 2026 - 15:45 WITA

Disdamkarmatan Sebut Danau Aji Kawasan Risiko Kebakaran Tertinggi di Tenggarong

7 Oktober 2026 - 14:12 WITA

Disdamkarmatan Kukar Dorong Hidran Kering Masuk Permukiman untuk Percepat Penanganan Kebakaran

7 Oktober 2026 - 13:55 WITA

Tekan Dampak PHK, Pemkab Kukar Dorong Peningkatan Kompetensi Pencari Kerja

6 Oktober 2026 - 22:25 WITA

Kebakaran 75 Bangunan, DPRD Kukar Dorong Jaringan Hidran di Permukiman Padat

6 Oktober 2026 - 16:56 WITA

DPRD Kukar Evaluasi Fasilitas Pencegahan Kebakaran Usai 75 Bangunan Terbakar

6 Oktober 2026 - 16:54 WITA

Trending di Advertorial