okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Program stimulus sebesar Rp100 juta untuk pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di Kutai Kartanegara (Kukar) mendapat sorotan dari Anggota DPRD Kukar, Ahmad Akbar Haka Saputra. Ia berharap agar program tersebut benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi pengembangan pelaku ekraf di daerah.
Akbar menilai perlu kejelasan terkait mekanisme dan dasar pemberian stimulus tersebut, mengingat sektor ekonomi kreatif mencakup 17 subsektor berbeda. Ia khawatir tanpa sistem seleksi yang jelas, bantuan justru tidak efektif.
“Stimulus ini apakah diberikan berdasarkan prestasi, kompetisi, atau mekanisme lain? Karena kalau salah sasaran, ibarat memberi motor balap dengan mesin besar ke pembalap yang belum mahir — hasilnya bisa celaka dan sia-sia,” ujar Akbar, Jumat (8/8/2025).
Ia juga menyoroti pentingnya transparansi dalam proses seleksi, besaran anggaran yang digunakan dari APBD, serta sistem monitoring setelah bantuan diberikan. Menurutnya, tanpa pengawasan yang ketat, program berpotensi tidak mencapai target yang diharapkan.
“Kita harus kawal bersama, terutama dalam hal monitoring. Jangan sampai hanya sekadar seremonial. Harus jelas siapa penerimanya dan bagaimana dampaknya,” tegasnya.
Dorongan Sertifikasi Profesi untuk Pelaku Ekraf
Selain itu, Akbar juga mengusulkan agar sebagian anggaran beasiswa daerah dialihkan untuk beasiswa profesi atau sertifikasi bagi pelaku ekonomi kreatif. Tujuannya agar para penerima bantuan memiliki kompetensi dan keahlian yang diakui secara profesional.
“Mungkin sebagian beasiswa bisa dialihkan untuk sertifikasi profesi. Jadi bukan hanya bantu modal, tapi juga bantu mereka jadi profesional di bidangnya,” jelasnya.
Politikus muda ini berharap Pemkab Kukar dapat memperjelas proses seleksi dan mekanisme pemberian stimulus, termasuk indikator keberhasilan program ke depan.
Bupati Aulia Pastikan Program Masuk Visi Kukar Idaman Terbaik
Sementara itu, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menegaskan bahwa bantuan senilai Rp100 juta bagi pelaku ekraf merupakan bagian dari visi-misi “Kukar Idaman Terbaik.” Program ini diharapkan mampu memperkuat peran pelaku ekonomi kreatif dalam mendorong ekonomi daerah.
“Kami pastikan bantuan Rp100 juta ini benar-benar ada dan menjadi bagian dari Kukar Idaman Terbaik. Kami juga minta program ini dikawal bersama agar berjalan baik dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” tegas Aulia.
Program ini, kata Aulia, bukan sekadar bantuan modal, melainkan juga bentuk komitmen pemerintah daerah dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan di Kutai Kartanegara. (adv/dprdkukar/atr)








