okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Sekretariat DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan anggaran sebesar Rp1,3 miliar untuk pelaksanaan kegiatan reses tahap II masa sidang III tahun 2025. Agenda reses ini berlangsung selama enam hari, mulai 4 hingga 8 Agustus 2025, dan diikuti oleh seluruh 45 anggota dewan.
Sekretaris DPRD Kukar, H. Ridha Darmawan, menjelaskan bahwa kegiatan reses merupakan momen penting bagi para anggota legislatif untuk turun langsung ke daerah pemilihan (dapil) mereka, mendengarkan keluhan, serta menampung aspirasi masyarakat.
“Setiap anggota DPRD Kukar melaksanakan reses minimal tiga kali pertemuan, dan jika lebih dari itu juga tidak menjadi masalah. Ini bagian dari upaya kami memperkuat hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat,” ujarnya saat ditemui di Rumah Jabatan Ketua DPRD Kukar, Kamis (7/8/2025).
Ridha menuturkan, total pagu anggaran Rp1,3 miliar tersebut mencakup biaya perjalanan dinas serta kebutuhan operasional selama kegiatan berlangsung. Jika dirata-ratakan, setiap anggota DPRD menerima sekitar Rp30 juta.
“Dari jumlah itu, sekitar Rp18 juta digunakan untuk konsumsi tiga kali pertemuan yang dihadiri sekitar 100 orang per sesi. Sisanya untuk administrasi dan perjalanan dinas, tergantung jarak dan medan wilayah masing-masing dapil,” terangnya.
Diketahui, Kukar memiliki enam daerah pemilihan (dapil), meliputi:
Dapil I: Kecamatan Tenggarong
Dapil II: Tenggarong Seberang, Sebulu, Muara Kaman
Dapil III: Anggana, Muara Badak, Marang Kayu
Dapil IV: Samboja, Muara Jawa, Sanga Sanga
Dapil V: Samboja Barat, Loa Kulu, Loa Janan
Dapil VI: Muara Muntai, Muara Wis, Kota Bangun, Kenohan, Kembang Janggut, Tabang
Sementara itu, salah satu anggota DPRD Kukar, Akhmad Akbar Haka Saputra, mengaku telah melaksanakan reses di sejumlah titik di Dapil I, termasuk di Kelurahan Loa Tebu.
Menurutnya, masyarakat banyak menyampaikan aspirasi terkait pembangunan infrastruktur, pengembangan sektor pertanian dan perikanan, hingga peningkatan ekonomi kreatif lokal.
“Besok kami juga akan melanjutkan reses di Kelurahan Timbau untuk mendengarkan aspirasi masyarakat secara langsung,” ungkap Akhmad Akbar.
Ia berharap hasil dari kegiatan reses ini dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah yang lebih merata dan berpihak kepada kebutuhan warga. (adv/dprdkukar/atr)








