Menu

Mode Gelap

Advertorial · 6 Nov 2025 20:24 WITA

Sistem Klaster Pengelolaan Sampah Kukar Didorong Jadi Gerakan Kolektif Warga


Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kukar, Irawan. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kukar, Irawan. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA — Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan bahwa penerapan sistem klaster pengelolaan sampah bukan hanya langkah teknis, tetapi juga upaya membangun budaya sadar lingkungan di tengah masyarakat.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kukar, Irawan, menyebut keberhasilan sistem ini tidak akan tercapai tanpa dukungan aktif masyarakat. Menurutnya, pemerintah daerah tidak dapat berjalan sendiri tanpa partisipasi publik yang kuat.

“Kita ingin kesadaran ini tumbuh di masyarakat, bukan sekadar program pemerintah. Tanpa dukungan warga, klaster hanya akan jadi bangunan fisik tanpa manfaat,” ujarnya.

Irawan menjelaskan, pembentukan tujuh klaster pengelolaan sampah yang tengah disiapkan DLHK Kukar tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada perbaikan tata kelola pengelolaan lingkungan. Dengan sistem ini, diharapkan distribusi sampah menjadi lebih terkendali dan kualitas lingkungan di berbagai wilayah Kukar dapat terjaga secara berkelanjutan.

Namun, ia mengakui bahwa tantangan di lapangan tidaklah sederhana. Pembangunan fasilitas di enam klaster baru membutuhkan waktu, biaya, serta koordinasi lintas sektor hingga ke tingkat kecamatan dan desa.

Selain itu, perubahan perilaku masyarakat juga menjadi tantangan tersendiri. Proses edukasi lingkungan, kata Irawan, tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan harus berkelanjutan dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

“Edukasi harus dimulai dari rumah tangga, sekolah, hingga komunitas lokal. Semua pihak perlu terlibat agar kesadaran mengelola sampah tumbuh kuat,” jelasnya.

Untuk itu, DLHK Kukar akan menerapkan pendekatan partisipatif, dengan melibatkan tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, dan organisasi kemasyarakatan. Harapannya, pesan tentang pentingnya memilah dan mengelola sampah dari sumbernya dapat tersampaikan secara luas dan berkelanjutan.

Melalui langkah ini, DLHK Kukar optimistis bahwa sistem klaster tidak hanya akan menciptakan wilayah pengelolaan sampah yang efisien, tetapi juga membentuk masyarakat yang lebih peduli, aktif, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. (adv/dlhkkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dugaan Keracunan MBG Sebulu, Satgas Siaga 24 Jam di Puskesmas

3 Agustus 2026 - 20:55 WITA

MBG Sebulu

Usai Santap MBG, 46 Orang di Sebulu Alami Pusing dan Sakit Perut

3 Agustus 2026 - 17:40 WITA

MBG Sebulu

Hadapi Penipuan Digital, Polda Kaltim Luncurkan Cyber Resilient Community

3 Agustus 2026 - 16:17 WITA

Cyber Resilient Community Polda Kaltim

Erau 2026 Digelar September di Tiga Kawasan, Sekolah Akan Dilibatkan

1 Agustus 2026 - 19:25 WITA

Erau Adat Kutai 2026

Pemkab Kukar Kaji Beasiswa S1 Perangkat Desa, Sasarannya Pemegang KTP Kukar

1 Agustus 2026 - 19:19 WITA

beasiswa S1 perangkat desa Kukar

Operasi Antik Kukar Ungkap 29 Kasus Narkoba, Penyerahan Pakai Titik GPS

31 Juli 2026 - 15:28 WITA

Operasi Antik Mahakam 2026 Kukar
Trending di Hukum - Kriminal