okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Setelah sempat vakum pada tahun 2024, gelaran Koba Fest akhirnya kembali menyapa masyarakat Kota Bangun selama tiga hari berturut-turut. Event yang dipelopori oleh Komite Ekonomi Kreatif (Kekraf) Kota Bangun ini sukses menciptakan atmosfer meriah sekaligus mendongkrak sektor ekonomi kreatif di wilayah tersebut.
Plt Ketua Kekraf Kota Bangun, Ferry Sulistyo, menyebutkan bahwa antusiasme masyarakat sangat tinggi, mengingat Koba Fest terakhir kali digelar pada tahun 2023. “Ini acara yang sangat ditunggu-tunggu. Setelah tahun lalu tidak ada, tahun ini semangat masyarakat luar biasa,” ungkap Ferry.
Berdasarkan data sementara, jumlah pengunjung selama tiga hari pelaksanaan diperkirakan mencapai 12 hingga 13 ribu orang, dengan puncaknya pada hari terakhir yang dipadati lebih dari 10 ribu penonton. Keramaian ini menjadi bukti nyata betapa Koba Fest telah menjadi ruang ekspresi sekaligus hiburan masyarakat Kota Bangun.
Ferry menambahkan, selain menjadi ajang hiburan, Koba Fest juga berperan besar dalam menggairahkan pelaku ekonomi kreatif lokal, khususnya bidang seni pertunjukan seperti musik dan tari. “Artis memang jadi penyemangat, tapi tujuan utama kita adalah memberi wadah bagi talenta lokal agar lebih terangkat,” tuturnya.
Dukungan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara (Dispar Kukar) juga turut memperkuat pelaksanaan acara ini. Koba Fest ke depan diharapkan bisa menjadi agenda tahunan dengan durasi pelaksanaan yang lebih panjang, sehingga semakin banyak pelaku ekraf yang bisa tampil dan berkembang.
“Harapannya ke depan Koba Fest bisa digelar setahun sekali secara rutin, dengan waktu pelaksanaan lebih panjang supaya lebih banyak pelaku lokal yang mendapat ruang,” pungkas Ferry.(adv/disparkukar/atr/ob1/ef)








