okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Sebuah video yang memperlihatkan perjuangan siswa-siswi di Kecamatan Kota Bangun Darat, Kutai Kartanegara (Kukar), menembus medan berat demi menempuh pendidikan viral di media sosial. Dalam tayangan tersebut, tampak anak-anak harus melewati jalur berlumpur dan menanjak di Dusun Ketapang, Desa Kedang Ipil, untuk bisa mencapai sekolah mereka.
Rekaman ini memantik perhatian masyarakat luas, mengingat jalur tersebut bukan hanya digunakan oleh pelajar, namun juga menjadi akses utama warga menuju pusat pemerintahan kecamatan.
Menanggapi hal ini, Camat Kota Bangun Darat, Julkifli, membenarkan bahwa jalan tersebut merupakan penghubung penting antara Dusun Ketapang dan pusat kecamatan yang berada di Desa Kedang Ipil. Ia menyatakan bahwa jalur sepanjang enam kilometer itu telah masuk dalam daftar pembangunan infrastruktur tahap kedua di wilayahnya.
“Jalan ini memang belum tersentuh aspal. Namun, kami sudah mengusulkan agar bisa dibangun melalui skema Bantuan Keuangan Provinsi Kaltim untuk tahun 2026,” terang Julkifli saat dikonfirmasi, Selasa (5/8/2025).
Ia menjelaskan, saat ini pemerintah masih memfokuskan penyelesaian jalan utama yang menghubungkan Desa Sukabumi menuju Sedulang, Kedang Ipil, hingga Wonosari. Jalur ini diprioritaskan karena menjadi penghubung antarkecamatan dan bahkan antarkabupaten.
“Khusus segmen Sedulang-Kedang Ipil memang masih jadi PR kami, karena Sukabumi ke Sedulang sudah tuntas. Sementara jalur Ketapang ke Kedang Ipil masih berupa agregat,” tambahnya.
Meskipun demikian, upaya perbaikan sementara terus dilakukan. Baru-baru ini, dengan bantuan dari pihak perusahaan PT ITCI Hutani Manunggal (IHM), jalan tersebut telah diratakan menggunakan alat berat jenis grader, sehingga memudahkan akses pelajar dan warga.
“Alhamdulillah, anak-anak sudah bisa lewat lebih aman meskipun belum maksimal. Kami juga dorong sinergi antara pemerintah desa, kecamatan, dan pihak swasta agar kondisi jalan ini terus membaik,” ujarnya.
Julkifli menegaskan pentingnya jalur ini tidak hanya sebagai akses pendidikan, tetapi juga sebagai jalur vital ekonomi warga. Dengan kontur tanah yang berat dan berbatu, ia menilai pembangunan permanen adalah satu-satunya solusi jangka panjang.
“Tanpa dukungan anggaran yang cukup, kondisi jalan akan tetap sulit. Ini menyangkut masa depan anak-anak dan kesejahteraan masyarakat secara umum,” pungkasnya.(adv/diskominfokukar/atr/ob1/ef)








