okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kecamatan Kota Bangun Darat terus menggencarkan pembangunan infrastruktur jalan sebagai salah satu langkah strategis memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Camat Kota Bangun Darat, Julkifli, menegaskan bahwa infrastruktur jalan menjadi prioritas utama yang mendesak untuk direalisasikan. Pemerintah kecamatan telah mengidentifikasi sejumlah proyek jalan penting yang kini tengah dikerjakan maupun direncanakan ke depan.
“Saat ini kami fokus memastikan seluruh desa memiliki akses jalan yang memadai agar aktivitas masyarakat, terutama sektor ekonomi dan layanan publik, tidak lagi terkendala,” ujarnya.
Salah satu proyek yang hampir rampung adalah jalan penghubung antara Desa Sedulang dan Kedang Ipil sepanjang satu kilometer. Progresnya sudah mencapai tahap agregat, namun penyelesaiannya sempat tertunda akibat keterbatasan anggaran.
“Kalau tidak ada pemangkasan atau defisit, mestinya sudah selesai. Tapi kami tetap optimistis proyek ini dilanjutkan dalam anggaran tahun 2026,” tambah Julkifli.
Sementara itu, proyek strategis lainnya yang menjadi fokus utama adalah pembangunan jalan sepanjang 5,5 kilometer dari kantor camat menuju Desa Wonosari. Jalan ini dinilai vital karena menghubungkan Wonosari dengan kawasan padat penduduk seperti Kota Bangun 1, 2, dan 3.
“Proyek ini mendapat perhatian langsung dari Bupati Kukar dan Dinas PU. Kami targetkan tuntas pada 2026 sesuai arahan pimpinan daerah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Julkifli mengungkapkan bahwa jalan bukan sekadar sarana transportasi, melainkan pendorong utama perputaran ekonomi warga dan pemerataan akses layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan.
Sebagai bagian dari perencanaan jangka menengah, kecamatan juga telah menyusun daftar usulan pembangunan jalan baru yang masuk dalam skala prioritas. Beberapa di antaranya adalah jalan Sukabumi-Kedang Ipil-Wonosari, ruas Sahari Nadi menuju Benua Baru dan Ketapang, serta jalan penghubung Kota Bangun 3-Wonosari sepanjang 4 kilometer.
“Semua jalur ini krusial untuk memperlancar mobilitas masyarakat. Kami berharap ke depan tidak lagi terbentur kendala anggaran, agar pengembangan infrastruktur dapat berjalan menyeluruh dan berkesinambungan,” tutupnya.(adv/diskominfokukar/atr/ob1/ef)








