okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Aksi bersih lingkungan tidak seharusnya berhenti pada peringatan tahunan seperti World Clean Up Day. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara (Kukar), Slamet Hadiraharjo, menegaskan pentingnya menjadikan kebersihan lingkungan sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat sehari-hari.
Menurut Slamet, kegiatan seperti World Clean Up Day seharusnya menjadi momentum reflektif, bukan sekadar seremoni. Ia menilai, semangat gotong royong dalam aksi kebersihan dapat menjadi titik awal untuk menumbuhkan kesadaran kolektif di tengah masyarakat.
“Harapan kami, kegiatan seperti World Clean Up Day tidak hanya jadi seremoni tahunan, tapi benar-benar membangun komitmen bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan,” ujarnya kepada okeborneo.com, Senin (13/10/2025).
Slamet menegaskan bahwa menjaga kebersihan tidak bisa bergantung hanya pada pemerintah. Kesadaran dan partisipasi masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan. Karena itu, DLHK Kukar terus mendorong kolaborasi lintas sektor agar upaya kebersihan dapat menyentuh semua lapisan masyarakat, dari sekolah hingga komunitas lokal.
“Kebersihan harus menjadi budaya. Kalau sudah jadi kebiasaan, tanpa diperintah pun masyarakat akan menjaga lingkungannya sendiri,” tegasnya.
Ia menambahkan, kebersihan lingkungan juga memiliki dampak langsung terhadap kesehatan, keindahan kota, dan kesejahteraan warga. Ketika masyarakat aktif menjaga kebersihan, beban pengelolaan sampah daerah bisa berkurang signifikan.
DLHK Kukar juga mengapresiasi peran berbagai pihak yang berpartisipasi dalam gerakan kebersihan, baik instansi pemerintah, lembaga pendidikan, hingga komunitas lingkungan. Menurut Slamet, kolaborasi tersebut membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan masih tumbuh kuat di Kutai Kartanegara.
“Melalui sinergi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat, kami optimistis Kukar bisa menjadi daerah yang bersih, hijau, dan berkelanjutan. Ini sejalan dengan visi Gerakan Menuju Indonesia Bersih 2025,” pungkasnya. (adv/dlhkkukar/atr)








