Menu

Mode Gelap

Advertorial · 23 Okt 2025 20:09 WITA

Dana RT Didorong untuk Dukung Pengelolaan Sampah di Tingkat Masyarakat


Sekda Kukar Sunggono Kasnu didampingi Kadis LHK Kukar Slamet Hadiraharjo memberikan keterangan tentang pemanfaatan dana RT untuk pengelolaan sampah. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Sekda Kukar Sunggono Kasnu didampingi Kadis LHK Kukar Slamet Hadiraharjo memberikan keterangan tentang pemanfaatan dana RT untuk pengelolaan sampah. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Dukungan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pengelolaan sampah di tingkat lokal. Untuk itu, Sekda Kukar Sunggono Kasnu mendorong pemanfaatan dana RT untuk mendukung pengelolaan sampah berbasis lingkungan, terutama di kawasan yang memiliki keterbatasan anggaran.

Dalam Rapat Koordinasi Penyusunan Kebijakan Pengelolaan Sampah di Hotel Midtown Samarinda, Sunggono menjelaskan bahwa dana RT sekitar Rp150 juta per tahun bisa digunakan untuk kegiatan pengelolaan sampah. Namun, penggunaannya harus tetap mematuhi ketentuan yang berlaku dan disepakati bersama masyarakat.

“Secara garis besar, penggunaan dana RT untuk pengelolaan sampah dimungkinkan. Tapi, mekanismenya harus disepakati bersama masyarakat dan diawasi oleh pihak kecamatan,” jelasnya.

Sunggono menegaskan, pemanfaatan dana RT dapat memperkuat inisiatif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dukungan itu juga membantu pemerintah daerah mengurangi volume sampah yang menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Kalau pengelolaan dilakukan di tingkat RT, artinya kita mengolah sampah lebih dekat dengan sumbernya. Dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, keterlibatan RT bukan hanya soal dana, tapi juga tentang membangun kesadaran kolektif. Masyarakat perlu melihat pengelolaan sampah sebagai bagian dari gaya hidup bersih, bukan sekadar kewajiban.

“Dengan keterlibatan RT dan masyarakat, pengelolaan sampah bisa berjalan lebih efektif dan efisien. Lingkungan akan lebih bersih dan sehat,” tambahnya.

Ia menilai langkah ini sejalan dengan program besar Pemkab Kukar yang menargetkan setiap kecamatan dan desa memiliki sistem pengelolaan sampah mandiri. Pemerintah daerah akan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor agar pengelolaan sampah tidak hanya berhenti di tataran wacana, tetapi menghasilkan perubahan nyata.

“Ini langkah konkret pemerintah memperkuat peran komunitas lokal demi mewujudkan Kukar yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” tutupnya. (adv/dlhkkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Harus Tinggalkan Rumah hingga Sewa Tempat Baru, P3K Kukar Pilih Resign

16 April 2026 - 18:46 WITA

P3K Kukar

Petani Sangasanga Tak Lagi Jual Murah, Koperasi Baru Disiapkan Jadi Gudang Distribusi

16 April 2026 - 13:55 WITA

koperasi sangasanga

Dibayar Rp800 Ribu, Kurir Sabu 1,5 Kg di Kukar Terancam Seumur Hidup

15 April 2026 - 17:07 WITA

sabu kukar

Dibangun Rp23 Miliar, Kini Dipenuhi Semak dan Aktivitas Negatif, Ini Kondisi Taman Replika Tenggarong

15 April 2026 - 17:03 WITA

Taman replika Tenggarong

PHK Tanpa Gaji dan Pesangon, Ratusan Pekerja Tambang di Kukar Diduga Jadi Korban

14 April 2026 - 17:53 WITA

4.647 Peserta PBI Dialihkan ke Kabupaten, Kukar Pertanyakan Kebijakan Pemprov

14 April 2026 - 15:01 WITA

PBI Kukar
Trending di Pos-pos Terbaru