okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unsur Pelaksana Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan. Di bawah kepemimpinan Eka Yuyun Noorliany, organisasi ini aktif menggerakkan anggotanya untuk melakukan kegiatan penghijauan meski dengan memanfaatkan lahan terbatas.
Ketua DWP UP DLHK Kukar, Eka Yuyun Noorliany, mengatakan bahwa kegiatan tersebut berawal dari inisiatif sederhana. “Kami memanfaatkan lahan yang ada, meskipun kecil. Dulu kami memulai dengan mencoba-coba saja, tidak perlu lahan besar. Semua diawali dari niat dan tempat kecil, insyaallah akan berhasil jika dilakukan dengan optimis dan konsisten,” ujarnya, Senin (11/11/2025).
Menurut Yuyun, kegiatan ini bukan hanya sebatas menanam, tetapi juga bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Ia menekankan pentingnya memulai dari hal kecil untuk menumbuhkan kesadaran dan semangat bersama dalam menciptakan lingkungan hijau di sekitar kantor maupun rumah.
Menariknya, para anggota DWP DLHK Kukar juga memanfaatkan botol plastik bekas sebagai media tanam. Inovasi sederhana ini dilakukan agar limbah plastik dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat. “Kami menggunakan alat sederhana seperti kater dan solder untuk membuat pot dari bahan bekas, kemudian dijadikan media tanam sayur maupun tanaman hias,” jelasnya.
Selain cabai, terong, dan sayuran, mereka juga menanam berbagai tanaman hias seperti lidah buaya, kaktus, dan tanaman buah gentil. Kegiatan dilakukan secara bertahap karena para anggota menyesuaikan waktu antara urusan rumah tangga dan aktivitas di kantor. “Kami tidak bisa memaksa semua hadir setiap hari, tapi kami tetap berupaya agar kegiatan berjalan berkelanjutan,” tambah Yuyun.
Lebih dari sekadar menanam, DWP DLHK Kukar juga mengusung kampanye peduli lingkungan kepada masyarakat. Melalui kegiatan sederhana ini, mereka ingin mengajak warga Kutai Kartanegara untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan mengurangi sampah plastik.
“Gerakan ini bukan hanya untuk memperindah lingkungan kantor, tapi juga untuk menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari rumah sendiri,” tutup Yuyun penuh semangat. (ADV/dlhkkukar/atr)








