okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara mendorong lulusan perguruan tinggi tidak hanya bersaing memperoleh pekerjaan, tetapi juga menciptakan usaha dan membuka peluang kerja baru di tengah perubahan ekonomi yang menyertai pembangunan Ibu Kota Nusantara.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri melalui sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar Heriyansyah dalam Wisuda Sarjana Manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Tenggarong, Sabtu, 25 Juli 2026.
Prosesi wisuda berlangsung di Ruang Serbaguna Hotel Grand Elty Singgasana, Tenggarong.
Dalam sambutannya, Aulia menyampaikan selamat kepada para lulusan yang telah menyelesaikan pendidikan sarjana. Ia mengingatkan bahwa wisuda bukan akhir proses belajar, melainkan awal menghadapi tuntutan dunia kerja dan kehidupan masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan studi sebagai Sarjana Manajemen,” demikian sambutan Aulia yang dibacakan Heriyansyah.
Menurutnya, lulusan perguruan tinggi akan menghadapi persaingan kerja, perkembangan teknologi, serta perubahan kebutuhan industri yang semakin cepat.
Kondisi tersebut menuntut para lulusan memiliki kemampuan beradaptasi, memecahkan masalah, dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan.
Pemkab Kukar memandang kebutuhan terhadap sumber daya manusia terampil semakin penting karena sebagian wilayah Kukar berada di sekitar kawasan pembangunan IKN.
Perkembangan tersebut dinilai dapat menciptakan peluang baru pada sektor perdagangan, jasa, pangan, logistik, pariwisata, hingga ekonomi kreatif. Namun, peluang itu hanya dapat dimanfaatkan apabila tenaga kerja lokal memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Aulia mengatakan ilmu manajemen semestinya tidak hanya digunakan untuk mencari pekerjaan. Para lulusan juga diharapkan mampu membaca peluang, mengembangkan usaha, dan membantu menggerakkan perekonomian masyarakat.
Menurutnya, kemampuan menyusun perencanaan, mengelola sumber daya, membaca pasar, dan memanfaatkan teknologi dapat menjadi modal bagi lulusan untuk membangun kegiatan usaha.
“Gunakan ilmu manajemen yang telah diperoleh untuk memutar roda ekonomi, menciptakan peluang, dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta kemajuan Kabupaten Kutai Kartanegara,” pesannya.
Dalam sambutan tersebut, Pemkab juga menyinggung perkembangan Indeks Pembangunan Manusia Kukar.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan IPM Kukar pada 2025 mencapai 77,25. Angka tersebut meningkat dibandingkan capaian 2024 sebesar 75,91. IPM merupakan indeks yang mengukur dimensi kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak, bukan persentase penduduk yang telah berkembang.
Peningkatan angka IPM, lanjut Aulia, perlu diikuti dengan tersedianya kesempatan kerja serta kemampuan lulusan menerapkan pengetahuan di tengah masyarakat.
Ia berharap alumni STIE Tenggarong dapat berkontribusi dalam pengembangan usaha, tata kelola organisasi, dan penguatan ekonomi lokal.
Jumlah peserta wisuda dan data penyerapan lulusan STIE Tenggarong dalam dunia kerja belum disebutkan dalam keterangan yang diterima redaksi. (atr/bby)








