Menu

Mode Gelap

Pos-pos Terbaru · 28 Mar 2026 20:01 WITA

Cara Baru Rahmat Dermawan Menyapa Publik: Dokumentasikan Kerja Politik Lewat Film


Rahmat Dermawan menyampaikan paparan di hadapan warga saat kegiatan Halal Bihalal yang dirangkai dengan pemutaran film dokumenter “Penyambung Lidah Masyarakat” di Sanga-Sanga. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Rahmat Dermawan menyampaikan paparan di hadapan warga saat kegiatan Halal Bihalal yang dirangkai dengan pemutaran film dokumenter “Penyambung Lidah Masyarakat” di Sanga-Sanga. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Cara politisi menyapa publik mulai bergeser. Di Sanga-Sanga, anggota DPRD Kutai Kartanegara Rahmat Dermawan memilih medium yang tak lazim: film dokumenter.

Kegiatan Halal Bihalal yang digelar di Aula Green 99 tak sekadar menjadi ajang silaturahmi. Di hadapan warga, Rahmat memutar film berjudul “Penyambung Lidah Masyarakat”, yang merekam perjalanan dirinya selama lebih dari satu tahun mengawal aspirasi di daerah pemilihan.

Film itu menampilkan berbagai potret kerja politik di lapangan, mulai dari interaksi dengan warga hingga realisasi program di wilayah pesisir. Bagi Rahmat, dokumenter tersebut bukan hanya arsip, melainkan ruang refleksi atas proses yang ia jalani bersama masyarakat.

“Ini adalah bagian dari perjalanan yang kami lalui bersama masyarakat. Harapannya bisa menjadi pengingat sekaligus inspirasi,” ujarnya.

Respons warga menjadi salah satu penanda kuatnya pendekatan ini. Selama pemutaran, sejumlah penonton tampak terbawa suasana ketika menyaksikan kembali peristiwa yang mereka alami secara langsung.

Rahmat menyebut, pendekatan visual semacam ini diharapkan mampu mendorong kesadaran masyarakat dalam menggunakan hak politik secara lebih bertanggung jawab.

Selama menjabat, ia mengklaim telah menghimpun berbagai aspirasi warga, yang kemudian diterjemahkan dalam sejumlah program, khususnya untuk pelaku UMKM, nelayan, dan kelompok pekerja rentan. Bentuknya mencakup bantuan fasilitas usaha, pelatihan, hingga penyediaan sarana pendukung.

Di sektor infrastruktur, perhatian diarahkan ke kawasan pesisir yang masih terbatas aksesnya. Salah satu yang menjadi fokus adalah perbaikan jembatan di Sanga-Sanga Muara, RT 11, yang telah dilakukan dua kali dengan panjang penanganan sekitar 200 hingga 300 meter.

Selain itu, pembangunan dermaga juga dilakukan untuk mendukung aktivitas nelayan setempat.

Dalam kesempatan yang sama, Rahmat menegaskan pentingnya perubahan pola relasi antara politisi dan masyarakat. Ia menilai warga tidak seharusnya hanya menjadi objek saat momentum pemilu.

“Masyarakat harus menjadi bagian dari pembangunan yang berkelanjutan, bukan hanya diperhatikan saat momentum politik saja,” tegasnya.

Terkait pengembangan pariwisata, ia mendorong model kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, pendekatan berbasis ekonomi kreatif seperti yang berkembang di Yogyakarta dapat menjadi rujukan, meski perlu penyesuaian dengan kondisi lokal.

Pengembangan sektor wisata, lanjutnya, perlu dibangun dalam ekosistem yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari kelompok sadar wisata, masyarakat lokal, hingga investor, agar tidak bergantung sepenuhnya pada anggaran pemerintah. (atr/bby)

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Seragam Gratis di Kukar, DPRD Ingatkan Sekolah Jangan Tarik Pungutan

13 Juli 2026 - 17:46 WITA

seragam gratis kukar

Bupati Kukar Pastikan Bantuan Perlengkapan Sekolah bagi Siswa Baru Tetap Berjalan

13 Juli 2026 - 17:34 WITA

Bantuan Perlengkapan Sekolah

Jendela Belakang Dicongkel, Laptop hingga Tabung Gas Raib dari Rumah di Muara Kaman

11 Juli 2026 - 18:31 WITA

Muara Kaman

Puratanabhumi, Cara Petala Menyuarakan Tanah Tua Kutai lewat Musik

11 Juli 2026 - 18:10 WITA

Petala

Petani Sungai Merdeka Dipanggil, DPRD Dorong Pertemuan Ulang dengan OIKN

10 Juli 2026 - 19:58 WITA

Petani Sungai Merdeka

Efisiensi Anggaran, Dispar Kukar Prioritaskan Erau dan Evaluasi Agenda Wisata 2026

10 Juli 2026 - 15:15 WITA

Erau 2026
Trending di Pariwisata