okeborneo.com, SAMARINDA— Teror surat berisi ancaman kepada sejumlah Masjid di kota tepian serta Masjid di kota raja dengan meminta sejumlah uang ditemukan warga.
Di Samarinda surat ancaman tersebut didapati di Masjid Al-Muttaqin di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Harapan Baru dan Masjid Baiturrahman kelurahan simpang tiga kecamatan loa janan ilir serta di Masjid Jami’ Nurul Huda, Jalan KH Mas Mansyur, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang.
Pengurus Masjid Al Mutaqqin,Sarifudin (47) mengatakan sekitar Jam 3.15 WITA menemukan surat ancaman ditempat imam masjid yang dia kira surat orang meminta diumumkan untuk orang meninggal.
“Ketika saya baca isinya ternyata lain, intinya dia minta uang Rp 1 Milyar yang ditaruh di atas mimbar yang kemudian meminta agar pintu masjid jangan ditutup. Dia taruh itu sebelum salat Jumat. Kemudian saya ga ada respon dan surat itu ditaruh depan mimbar.” jelasnya.
“Ternyata tadi malam sekitar jam 10 malam lewat, ada Kapolres datang ke Masjid ini. Dia menanyakan apakah ada surat berisi teror itu. Bilang saya ada, cuma saya tidak ngomong sama siapa siapa. Bahkan kami tidak ada respon,” sambungnya.
Dikatakannya pula dia tidak sempat bertemu orang yang menaruh surat tersebut. Lalu di surat tersebut berisi pula ancaman yang diantara pengurus masjid akan dibunuh jika tidak memberikan uang.
Hal serupa diungkapkan sekuriti Masjid Jami’ Nurul Huda, Ali Yusni yang juga mendapat surat serupa pada Kamis, 26 Mei 2022 usai salat isya.
“Jadi, seorang jemaah yang menemukan kertas tersebut dibawah hambal sajadah di shaf 5 lalu kemudian menyerahkan kepada pengurus masjid yang saat ini surat tersebut ada dengan beliau,” katanya.
“Pihak masjid tidak menanggapi surat itu dan alhamdulillah sampai saat ini kegiatan ibadah disini berjalan seperti biasa,” tambahnya.
Lebih lanjut diungkapkan Ali,khusus waktu salat jumat, ada empat orang petugas keamanan namun, pada hari-hari biasa,hanya dia yang bertugas seorang diri.
“Jadi jika ada orang di dalam masjid tugas saya memantau. Kalau ada yang menuju ke tempat imam selain pengurus masjid saya langsung hampiri dan saya persilahkan untuk meninggalkan masjid,” ungkapnya.
Untuk di Masjid Jami’ Nurul Huda memang sengaja di kunci usai jamaah selesai melaksanakan salat isya sekitar pukul 20.00 wita dan dibuka kembali sekira pukul 04.00 wita jelang salat subuh.
Atas teror tersebut Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli saat dikonfirmasi mengatakan terkait kasus teror tersebut pihaknya masih melakukan penyelidikan.
“Masih dilakukan penyelidikan, dan kami akan koordinasi dengan Polres Kukar dalam pengungkapan kasus ini,” singkatnya.
Diungkapkan Ary pula, pelaku teror tersebut telah diamankan oleh Polres Kukar pada Senin (30/5/2022) malam. (bdp/ob1/ef)









