Menu

Mode Gelap

Advertorial · 21 Sep 2025 20:55 WITA

Erau Adat Kutai Jadi Simbol Identitas Daerah, DPRD Kukar Tegaskan Komitmen Pelestarian Budaya


Prosesi adat Erau Kutai Kartanegara saat Sultan Aji Muhammad Arifin melakukan ritual tradisional di Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Prosesi adat Erau Kutai Kartanegara saat Sultan Aji Muhammad Arifin melakukan ritual tradisional di Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Pelaksanaan Festival Budaya Erau Adat Kutai kembali menjadi momen penting bagi masyarakat Kutai Kartanegara (Kukar) untuk merayakan dan menjaga tradisi leluhur. Pada pembukaan festival yang digelar di Stadion Rondong Demang, Minggu (21/9/2025), DPRD Kukar menegaskan pentingnya menjaga kelestarian budaya tersebut.

Anggota DPRD Kukar, Hj. Fatlon Nisa, menyampaikan bahwa Erau bukan hanya kegiatan adat biasa, tetapi merupakan simbol identitas masyarakat Kutai yang harus diwariskan kepada generasi selanjutnya. Menurutnya, keberlanjutan tradisi ini sangat menentukan bagaimana budaya daerah dikenali dan dihargai di tingkat nasional bahkan internasional.

“Erau Adat Kutai ini adalah warisan budaya yang sangat berharga. Kita semua bertanggung jawab menjaga dan melestarikannya,” ujarnya.

Fatlon menambahkan, jika tradisi Erau terjaga dengan baik, hal ini dapat meningkatkan daya tarik wisata dan memperkuat posisi Kukar sebagai salah satu destinasi budaya terbesar di Kalimantan Timur.

“Pelaksanaan Erau sangat positif. Selain menjadi tontonan, ini juga menjadi tuntunan bagi anak-anak muda agar mengenal nilai adat istiadat,” katanya.

Ia memastikan DPRD bersama Pemerintah Kabupaten Kukar akan terus mendukung penyelenggaraan Erau melalui penguatan anggaran budaya di APBD. Menurutnya, pelestarian budaya harus mendapat perhatian serius sebagai bagian dari upaya menjaga jati diri daerah.

Politisi perempuan itu juga mengapresiasi seluruh panitia, kerabat Kesultanan Kutai, komunitas budaya, hingga masyarakat yang terlibat dalam memeriahkan festival tahun ini. Ia menilai antusiasme masyarakat meningkat dibanding pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya.

“Antusias masyarakat luar biasa. Banyak warga dari kecamatan-kecamatan yang datang untuk menyaksikan prosesi adat,” katanya.

Fatlon berharap Erau dapat terus menjadi ruang edukasi yang menanamkan nilai-nilai persatuan, penghormatan terhadap leluhur, dan pelestarian adat.

“Melalui Erau, kita belajar tentang saling menghormati dan menjaga harmoni,” tambahnya.

Sementara itu, Linda Rahmawati, warga Kenohan yang hadir bersama keluarganya, mengungkapkan kegembiraannya bisa menyaksikan langsung prosesi adat, terutama saat pemasangan tiang ayu yang menandai dimulainya rangkaian Erau.

“Erau harus terus dijaga. Banyak orang penasaran ingin mengetahui sejarah dan makna adat ini,” ungkap Linda.

Dengan dukungan penuh masyarakat dan pemerintah, Festival Erau Adat Kutai diharapkan terus menjadi kebanggaan dan warisan budaya yang lestari di Kukar. (adv/dprdkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hetifah Soroti Kesenjangan Kapasitas dan Digitalisasi Pemerintahan Desa

21 Juli 2026 - 16:40 WITA

tata kelola pemerintahan desa

Hetifah Usulkan Beasiswa dan Jalur RPL bagi Perangkat Desa

21 Juli 2026 - 16:29 WITA

beasiswa perangkat desa

Kebakaran di Jalan Belida Tenggarong Hanguskan Lima Bangunan, Pasokan Air Jadi Kendala

20 Juli 2026 - 23:31 WITA

kebakaran Jalan Belida Tenggarong

PPDI Kaltim Dilantik di Kukar, Aulia Tekankan Profesionalisme dan Digitalisasi Desa

20 Juli 2026 - 20:24 WITA

PPDI Kaltim

Polisi Tangkap Pria atas Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak di Samarinda

17 Juli 2026 - 20:22 WITA

kekerasan seksual anak

Tujuh Rumah Terbakar di Tenggarong, Tujuh Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal

17 Juli 2026 - 11:39 WITA

kebakaran Tenggarong
Trending di Peristiwa