okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kelurahan Jahab, Rani Sunami, kembali menyuarakan harapan para petani terhadap tambahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar). Hal ini mengingat luas lahan pertanian di wilayah Jahab yang mencapai sekitar 800 hektare.
“Iya, untuk bantuan alsintan saat ini masih sangat minim. Jadi masih banyak yang perlu kami minta agar kegiatan pertanian bisa lebih maksimal,” ujar Rani pada Minggu (20/7/2025).
Rani menyebutkan, meski baru-baru ini Gapoktan telah menerima satu unit excavator mini, kebutuhan di lapangan masih cukup besar. Dengan luasan lahan yang cukup signifikan, pihaknya berharap ada penambahan unit excavator untuk mempercepat proses pembukaan dan pengolahan lahan.
“Excavator yang diberikan saat ini sangat membantu, tapi kalau melihat luas lahan kami yang mencapai 800 hektare, tentu kami masih memerlukan tambahan,” jelasnya.
Selain excavator, Rani juga menyampaikan kebutuhan mendesak lainnya, yakni mesin tanam dan mesin panen. Menurutnya, keberadaan alat-alat tersebut akan sangat meningkatkan efisiensi dan hasil produksi para petani di Jahab.
“Kami juga masih butuh mesin tanam dan mesin panen. Kalau semua bisa tersedia, petani akan lebih mandiri dan hasilnya bisa lebih optimal,” katanya.
Meski begitu, Rani tetap bersyukur karena infrastruktur penunjang seperti irigasi sudah mulai dibenahi oleh pemerintah. Ia mengapresiasi adanya pembangunan parit irigasi yang mulai menunjukkan hasil positif bagi sistem pengairan sawah di Jahab.
“Irigasi saat ini sudah sangat berjalan. Kami bersyukur karena sudah masuk tahapan pembangunan parit irigasi untuk persawahan,” pungkasnya.
Gapoktan Jahab berharap Pemkab Kukar terus memberikan perhatian terhadap kebutuhan dasar petani, baik dari sisi alat, teknologi, maupun pelatihan, demi mewujudkan ketahanan pangan dan menjadikan Jahab sebagai sentra pertanian di Kecamatan Tenggarong.(adv/distanakkukar/atr/ob1/ef)








