Menu

Mode Gelap

Diskominfo Kutai Kartanegara · 8 Jul 2025 14:33 WITA

Jalan Penghubung Sanga Sanga – Pendingin Longsor, Perusahaan Diminta Tanggung Jawab


Jalan Penghubung Sanga Sanga – Pendingin Longsor, Perusahaan Diminta Tanggung Jawab Perbesar

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Jalan penghubung antara Kelurahan Sanga Sanga Dalam dan Kelurahan Pendingin kembali mengalami longsor. Camat Sanga Sanga, Dachriansyah, membenarkan bahwa insiden ini terjadi di jalur utama yang menjadi akses vital bagi ribuan warga di dua kelurahan tersebut.

“Jalan yang longsor ini sangat penting karena menghubungkan dua wilayah padat penduduk. Di Sanga Sanga Dalam ada sekitar 5.000 jiwa, dan di Pendingin sekitar 2.500 jiwa,” jelas Dachriansyah.

Diketahui, penanganan sementara atas kerusakan jalan tersebut telah dilakukan oleh pihak perusahaan, yakni PT Indomining. Jalur tersebut pun kini sudah dapat dilalui kembali, meskipun tetap dalam kondisi yang harus diwaspadai.

“Perusahaan sudah turun tangan memperbaiki, dan jalan kini sudah bisa dilintasi. Tapi saya imbau masyarakat tetap berhati-hati, khususnya pengemudi kendaraan berat,” ujarnya.

Camat Dachriansyah menyebut, selain menjadi jalur utama warga, jalan ini juga kerap dilewati kendaraan tambang dengan muatan besar. Kombinasi beban berlebih dan curah hujan tinggi menjadi penyebab utama kerusakan dan longsor yang berulang.

“Sebelumnya jalan ini dibeton dan sangat bagus. Tapi longsor terjadi karena struktur tanah tergerus hujan dan beban kendaraan berat yang melintasi terus-menerus,” ungkapnya

Dachri menambahkan, kejadian ini bukan kali pertama. Longsor sebelumnya juga pernah terjadi dan telah dibahas dalam pertemuan bersama DPRD Kukar dan pihak terkait. Peninjauan langsung juga telah dilakukan oleh Wakil Bupati Kukar, sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi tersebut.

“Kita minta penanganan yang lebih permanen dan memperhatikan aspek keselamatan. Jangan sampai keberadaan perusahaan justru membawa dampak kerugian, baik bagi masyarakat maupun daerah,” tegasnya.

Pemerintah daerah, lanjut Dachri, tetap berkomitmen pada peningkatan konektivitas dan infrastruktur wilayah. Namun, perusahaan yang beroperasi di sekitar kawasan harus turut bertanggung jawab menjaga fasilitas umum, terutama jika aktivitas mereka berdampak langsung terhadap kondisi jalan.

Ia berharap penanganan berikutnya dilakukan dengan perencanaan yang matang agar kejadian serupa tidak terulang, serta memberikan rasa aman bagi pengendara yang setiap hari melintasi jalur tersebut.(adv/diskominfokukar/atr/ob1/ef)

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Disambut Warga Saat Pulang ke Kukar, Rita Widyasari Pilih Menepi dari Politik

12 Juni 2026 - 22:24 WITA

Rita Widyasari

Di LK II HMI Kukar, Arief Rosyid Ajak Kader Kawal Ekonomi Berbasis Pasal 33

12 Juni 2026 - 14:59 WITA

LK II HMI Kukar

Konvensi Media Siber di Samarinda Bahas Nilai Ekonomi Karya Jurnalistik

12 Juni 2026 - 14:53 WITA

Konvensi Media Siber Samarinda

Berangkat dari Samarinda, 40 Kg Sabu dan 157 Cartridge Etomidate Diungkap di Parepare

11 Juni 2026 - 19:20 WITA

sabu Parepare

Pertamax Rp16.650 per Liter, Ojol Tenggarong: Beban Tambah, Pendapatan Tak Naik

11 Juni 2026 - 16:05 WITA

pertamax

Harga Pertamax Naik, Akademisi Minta Pemerintah Jaga Daya Beli Lewat Operasi Pasar

11 Juni 2026 - 15:59 WITA

pertamax naik
Trending di Ekonomi