Menu

Mode Gelap

Pendidikan · 9 Apr 2026 17:22 WITA

Mau Lihat Kukar Era Kesultanan? Arsip Langka Dipamerkan di Tenggarong


Pengunjung melihat pameran arsip sejarah Kukar yang menampilkan dokumen dan foto perjalanan daerah dari masa ke masa di Gedung Perpustakaan Umum Tenggarong. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Pengunjung melihat pameran arsip sejarah Kukar yang menampilkan dokumen dan foto perjalanan daerah dari masa ke masa di Gedung Perpustakaan Umum Tenggarong. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Di sebuah ruangan di Tenggarong, foto-foto lama yang merekam kehidupan Kukar di masa lalu dipajang berjejer. Ada potret aktivitas pertambangan di era kolonial, hingga dokumen yang menandai lahirnya Kutai Kartanegara sebagai daerah otonom.

Jejak perjalanan itu ditampilkan dalam pameran arsip sejarah yang digelar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kukar di Gedung Perpustakaan Umum, 9–10 April 2026.

Pameran ini menyajikan perjalanan Kukar dalam lima zona yang disusun seperti alur waktu. Pengunjung diajak menelusuri masa kesultanan, berlanjut ke era kolonial, kemudian melihat proses pembentukan daerah, hingga perkembangan arsip modern dan digital.

Kepala Diarpus Kukar, Ridha Darmawan, mengatakan setiap zona menampilkan jenis arsip yang berbeda, mulai dari dokumen tertulis hingga visual.

“Zona yang kami tampilkan meliputi masa kesultanan, era kolonial, pembentukan otonomi daerah, arsip modern, hingga digitalisasi arsip,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Pada zona kolonial, misalnya, ditampilkan dokumentasi foto yang menggambarkan aktivitas pertambangan, ekonomi, serta kehidupan sosial masyarakat di masa itu. Sementara pada bagian lain, pengunjung dapat melihat arsip penting seperti dokumen pembentukan daerah otonomi Kutai Kartanegara.

Arsip yang ditampilkan tidak hanya berasal dari masa lampau. Di zona digitalisasi, berbagai dokumen telah dialihkan ke format digital, termasuk foto, video, dan film dokumenter yang merekam perkembangan Kukar.

Untuk menambah pengalaman, pengunjung juga dapat mengakses ruang teater yang menayangkan arsip audio visual tentang sejarah daerah.

Ridha menjelaskan, arsip tidak hanya terbatas pada dokumen lama, tetapi juga mencakup berbagai proses pembangunan yang berlangsung saat ini.

“Semua proses, mulai dari perencanaan hingga hasil pembangunan, bisa menjadi arsip yang bernilai sejarah,” jelasnya.

Pameran ini dibuka untuk umum selama dua hari di Gedung Perpustakaan Umum Tenggarong. (atr/bby)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

63 Pasangan di Kukar Akhirnya Dapat Legalitas Pernikahan Tanpa Biaya APBD

29 April 2026 - 20:38 WITA

legalitas pernikahan

Pedagang Tahura KM 54 Terancam Ditertibkan, Rendi Solihin Siap Pasang Badan

29 April 2026 - 09:41 WITA

Pedagang Tahura KM 54

Air PDAM Tenggarong Ditarget Lebih Deras, Kapasitas Bekotok Naik Jadi 250 Liter per Detik

28 April 2026 - 16:49 WITA

Air PDAM Tenggarong

Tembus Rawa, Jalan Baru Kukar-Kutim Mulai Dibangun Tanpa APBD

28 April 2026 - 16:38 WITA

jalan baru kukar-kutim

Warga Samboja Barat Resah, Penertiban Tahura Bukit Soeharto Belum Jelas

27 April 2026 - 21:01 WITA

Penertiban Tahura Bukit Soeharto

Desa, Pasar, Sekolah, dan Tempat Makan di Kukar Disasar Program Pangan Aman

27 April 2026 - 17:09 WITA

Pangan aman
Trending di Kesehatan