okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan menjadi dua fokus utama Pemkab Kutai Kartanegara. Sekda Kukar Sunggono Kasnu menegaskan komitmen pemerintah membangun TPS 3R modern dan memperluas program Desa Ramah Lingkungan sebagai strategi menuju tata kelola lingkungan berkelanjutan.
Dalam Rapat Koordinasi Penyusunan Kebijakan Pengelolaan Sampah di Hotel Midtown Samarinda, Sunggono menyampaikan bahwa Pemkab Kukar menargetkan setiap kecamatan memiliki satu unit TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle) modern dengan standar kelayakan tinggi. Fasilitas tersebut dirancang agar mampu mengolah sampah secara efisien sebelum mencapai Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Yang kita inginkan ke depan adalah unit TPS 3R modern dengan standar kelayakan tinggi, minimal satu unit di setiap kecamatan. Jadi, setiap kecamatan punya unit TPS 3R yang akan kita programkan ke depan,” tegasnya.
Ia menilai, pengembangan TPS 3R tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka ruang pemberdayaan masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri. Dengan pendekatan berbasis teknologi sederhana, warga bisa memilah, mengolah, dan memanfaatkan kembali sampah menjadi sumber daya ekonomi baru.
Selain membangun infrastruktur persampahan, Pemkab Kukar juga memperkuat program Desa Ramah Lingkungan. Program ini menjadi salah satu langkah konkret untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat desa dalam menjaga keberlanjutan ekosistem. Hingga akhir tahun lalu, sebanyak 87 desa telah memenuhi kriteria ramah lingkungan, sementara sisanya ditargetkan rampung tahun ini.
“Program Desa Ramah Lingkungan terus kita dorong agar semua desa memenuhi kriteria tersebut. Saat ini sudah ada 87 desa yang melaksanakan, dan sisanya akan diselesaikan secara bertahap,” ujarnya.
Sunggono berharap, dua program ini dapat berjalan tanpa hambatan berarti. Ia meyakini keberhasilan pembangunan TPS 3R modern dan pengembangan Desa Ramah Lingkungan akan menjadi tonggak penting bagi masa depan Kukar yang bersih dan berkelanjutan.
“Kita berharap semua program berjalan lancar demi tujuan bersama: mewujudkan Kutai Kartanegara yang peduli lingkungan dan berdaya kelola sampah mandiri,” tutupnya. (adv/dlhkkukar/atr)








