okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA— Tiga hari pasca insiden semburan gas dan lumpur dari sumur bor di Kelurahan Jawa, Kecamatan Sangasanga, PT Pertamina EP (PEP) Sangasanga Field memastikan kondisi telah terkendali dan aman. Kejadian yang berlangsung sejak Rabu (18/6/2025) lalu itu mendapat penanganan cepat, dan resmi dihentikan pada Sabtu (21/6/2025).
Kepastian ini disampaikan langsung oleh Senior Field Manager PEP Sangasanga, Sigid Setiawan, saat menerima kunjungan jajaran Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara pada Selasa (24/6). Rombongan dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, didampingi perwakilan DLHK, Camat Sangasanga, dan Anggota DPRD Kukar Dapil IV, Rahmat Dermawan.
“Kami apresiasi atas sinergi semua pihak, khususnya dalam penanganan cepat di lapangan. Situasi bisa segera teratasi tanpa ada korban jiwa maupun cedera,” ujar Sunggono.
Sigid menjelaskan bahwa semburan berasal dari fluida sumur akibat tekanan bawah tanah yang melebihi tekanan lumpur bor berbasis air. Ia menegaskan bahwa insiden tersebut tidak disertai ledakan maupun api, serta tidak ditemukan indikasi gas beracun yang membahayakan warga.
“Ini adalah risiko operasional yang sudah kami antisipasi dengan sistem mitigasi. Kami pastikan tidak ada dampak fatal dan situasi sudah aman,” jelasnya.
Selain pengendalian semburan, PEP Sangasanga juga bergerak cepat menormalkan pasokan air bersih yang terdampak. Bersama PDAM Tirta Mahakam, Pertamina melakukan pengurasan dan pembersihan instalasi pengolahan air, mengganti media filter, dan membilas jaringan distribusi.
Dukungan logistik pun diberikan berupa 13.500 kg karbon aktif, 11.800 kg pasir silika, 1.250 kg Poly Aluminium Chloride, serta pembiayaan operasional proses pembersihan.
Tidak hanya itu, PEP Sangasanga juga mendirikan depo air bersih, posko layanan kesehatan, dan membagikan perlengkapan serta nutrisi penunjang untuk masyarakat terdampak.
“Kesehatan dan kenyamanan masyarakat tetap menjadi prioritas utama kami,” tutup Sigid.(adv/diskominfokukar/atr/ob1/ef)








