Menu ✖

Mode Gelap

Diskominfo Kutai Kartanegara · 16 Jul 2025 14:56 WITA

Wisata Sejarah di Sangasanga Kini Lebih Digital Lewat Inovasi Barcode “SIMATA Pejuang”


Wisata Sejarah di Sangasanga Kini Lebih Digital Lewat Inovasi Barcode “SIMATA Pejuang” Perbesar

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Sangasanga, salah satu kecamatan bersejarah di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), kini melangkah lebih jauh dalam memadukan warisan sejarah dengan teknologi digital. Pemerintah Kecamatan Sangasanga meluncurkan program inovatif bertajuk SIMATA Pejuang—sebuah sistem informasi berbasis barcode yang memungkinkan wisatawan mengakses informasi sejarah secara mandiri di lokasi monumen.

Melalui teknologi ini, pengunjung cukup memindai barcode yang telah terpasang di sejumlah titik bersejarah untuk mendapatkan informasi detail mengenai peristiwa dan tokoh yang pernah mengukir sejarah di tanah Sangasanga.

“Inovasi ini adalah bentuk komitmen kami untuk menjaga dan mengenalkan sejarah lokal dengan pendekatan modern,” ujar Camat Sangasanga, Dachriansyah, dalam keterangan resmi, Selasa (16/7/2025).

SIMATA Pejuang lahir dari hasil ide staf kecamatan yang mengikuti pelatihan kepemimpinan. Proyek ini kemudian dikembangkan secara internal oleh tim kecamatan, tanpa ketergantungan pada pihak luar.

Hingga pertengahan Juli ini, lima situs sejarah telah dilengkapi dengan barcode digital, dan pemerintah kecamatan berencana memperluas penerapannya ke seluruh monumen dan lokasi bersejarah yang tersebar di Sangasanga.

Menurut Dachriansyah, kehadiran sistem ini memberikan kemudahan dan pengalaman baru bagi wisatawan yang ingin mengenal sejarah Kota Juang. “Selama ini, wisata sejarah sering kali bergantung pada brosur atau narasi dari pemandu. Dengan sistem ini, siapa pun bisa belajar sejarah secara praktis dan interaktif,” jelasnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa kesiapan infrastruktur dan kualitas konten digital menjadi faktor penting agar pengalaman wisata tetap berkualitas. Kecamatan juga tengah menyusun narasi sejarah yang lebih lengkap dan akurat untuk melengkapi informasi dalam sistem digital tersebut.

Selain mendorong wisata sejarah menjadi lebih inklusif, Dachri juga berharap inovasi ini mampu meningkatkan kunjungan ke Sangasanga, sekaligus memperkuat identitas daerah sebagai simbol perjuangan di Kalimantan Timur.

“Inovasi ini tidak hanya memperkenalkan teknologi dalam wisata, tapi juga memperkuat rasa bangga terhadap sejarah kita sendiri,” tutupnya.(adv/diskominfokukar/atr/ob1/ef)

Artikel ini telah dibaca 48 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

World Tourism Day 2026, Dispar Kukar Dorong Destinasi Wisata Kembali Ramai Lewat Aksi Bersih

25 September 2026 - 18:51 WITA

Tuan Rumah MTQ Kaltim 2026, Kukar Siapkan Kafilah di 58 Cabang Lomba

25 September 2026 - 18:36 WITA

Kukar Berprestasi Kendalikan Inflasi, Aulia–Rendi Raih TPID Award 2026

25 September 2026 - 13:39 WITA

Bupati Kukar Ajak Generasi Muda Lestarikan Tradisi Beseprah

24 September 2026 - 15:03 WITA

Beseprah Erau 2026, Bupati Kukar Ingin Tradisi Makan Bersama Lebih Dekat dengan Rakyat

24 September 2026 - 12:14 WITA

Anggota VI BPK RI Fathan Subchi Diberi Gelar Pangeran Kelana Panji Wira oleh Kesultanan Kutai

24 September 2026 - 10:45 WITA

Trending di Advertorial