okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Kecamatan Kota Bangun Darat, Kutai Kartanegara, menyimpan potensi besar di sektor pertanian, terutama persawahan. Dari sekitar 20 desa yang ada, sebagian wilayah diketahui memiliki lahan sawah produktif dengan kapasitas yang cukup menjanjikan.
Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Kota Bangun dan Kota Bangun Darat, Iffan Manosa, mengatakan Desa Sarinadi menjadi penyumbang terbesar lahan persawahan di wilayah tersebut. “Kalau di Kota Bangun Darat, potensi sawah terbesar ada di Sarinadi, luasannya sekitar 170 hektare,” kata Iffan.
Selain Sarinadi, Desa Sumber Sari juga memiliki lahan sawah sekitar 30 hektare. Sementara itu, desa-desa lain di Kota Bangun Darat rata-rata memiliki lahan persawahan di bawah angka tersebut.
“Kalau total keseluruhan lahan sawah masih dalam proses pendataan,” ujar Iffan.
Menurutnya, potensi ini penting untuk terus dikelola karena bisa mendukung ketahanan pangan daerah. Apalagi sebagian desa di Kota Bangun Darat memiliki kondisi lahan yang subur dan berpotensi dikembangkan lebih luas.
Iffan menambahkan, dengan dukungan teknologi pertanian dan program pemerintah, bukan tidak mungkin Kota Bangun Darat ke depan bisa menjadi salah satu sentra produksi padi di Kukar.
“Sekarang tinggal bagaimana pengelolaan dan pendampingan agar hasil panen semakin optimal,” ucapnya.(adv/distanakkukar/atr/ob1/ef)








