okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA– Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara memperketat mekanisme seleksi dalam penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk memastikan distribusi yang lebih adil dan tepat guna. Setiap proposal yang diajukan oleh kelompok tani akan dianalisis secara rinci berdasarkan rasio kebutuhan aktual di lapangan.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Distanak Kukar, Moh. Rifani, menegaskan bahwa tidak semua proposal bantuan langsung disetujui. Evaluasi dilakukan untuk menghindari penumpukan alat pada kelompok tertentu serta memastikan tidak terjadi pemborosan.
“Kami punya acuan teknis, misalnya satu hand traktor idealnya melayani lima hektare. Kalau kelompok punya 20 hektare, berarti butuh empat. Tapi kalau dia sudah punya empat dan masih mengajukan lagi, pasti kami tolak,” jelas Rifani.
Verifikasi dilakukan dengan mempertimbangkan data kepemilikan alsintan sebelumnya, luas lahan yang digarap, serta intensitas penggunaan. Distanak ingin memastikan bahwa bantuan benar-benar diberikan kepada yang membutuhkan dan belum memiliki peralatan memadai.
“Kami tidak ingin bantuan menumpuk di satu tempat. Semua proposal tetap kami buka, tapi yang diprioritaskan adalah yang sesuai kebutuhan dan belum terpenuhi,” imbuhnya.
Langkah ini merupakan bagian dari reformasi sistem bantuan pertanian yang lebih transparan dan objektif. Dengan sistem seleksi ketat ini, diharapkan bantuan alsintan bisa tersebar merata ke seluruh wilayah Kukar dan mendongkrak produktivitas petani secara kolektif.(adv/distanakkukar/atr/ob1/ef)








