Menu

Mode Gelap

Distanak Kukar · 10 Jul 2025 12:42 WITA

Lurah Maluhu Cari Solusi Beradab Tangani Hama Monyet yang Ganggu Lahan Pertanian


Lurah Maluhu Cari Solusi Beradab Tangani Hama Monyet yang Ganggu Lahan Pertanian Perbesar

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA — Pemerintah Kelurahan Maluhu tengah mencari solusi terbaik untuk mengatasi permasalahan hama monyet yang kerap merusak lahan pertanian warga, terutama petani sayur. Hal ini disampaikan langsung oleh Lurah Maluhu, Tri Joko Kuncoro, menanggapi keluhan warga terkait dampak keberadaan monyet liar terhadap hasil panen.

Tri Joko menegaskan bahwa penanganan permasalahan ini tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Pemerintah kelurahan mempertimbangkan pendekatan yang berlandaskan hati nurani agar tindakan yang diambil tidak menimbulkan dampak negatif, baik terhadap lingkungan maupun terhadap ekosistem hewan itu sendiri.

“Kami tidak ingin penanganan terhadap hama monyet ini dilakukan dengan cara yang merugikan atau melukai. Karena itu, kami sedang mencari alternatif yang manusiawi. Beberapa usulan yang muncul adalah memelihara hewan penjaga seperti anjing atau menggunakan petasan sebagai upaya membuat monyet merasa trauma dan tidak kembali ke lahan pertanian,” ujarnya.

Ia juga mengakui bahwa gangguan dari kawanan monyet ini cukup serius karena menyerang tanaman sayuran yang menjadi sumber penghidupan utama sebagian warga Maluhu. Oleh sebab itu, pengawasan terhadap lahan pertanian terus ditingkatkan agar kerusakan akibat serangan hewan liar bisa diminimalkan.

“Kami memahami bahwa gangguan ini bisa mempengaruhi produktivitas panen. Apalagi Maluhu masih memiliki kawasan hutan yang cukup luas, yang merupakan habitat alami monyet. Ketika hutan terganggu akibat pembukaan lahan pertanian, maka tak jarang mereka turun ke area pertanian untuk mencari makan,” jelasnya.

Menurutnya, pembukaan lahan di Maluhu dilakukan secara perlahan dan dengan pendekatan hati-hati. Sejumlah lahan tidur kini telah mulai digarap dan ditanami sayur demi meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan warga. Namun di sisi lain, aktivitas ini juga berdampak pada terganggunya ekosistem alami satwa liar.

“Kami tidak menutup mata terhadap dampaknya. Justru ini menjadi tantangan bagi kami, bagaimana mengelola pertanian sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan,” tutup Tri Joko.

Pemerintah Kelurahan Maluhu pun terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi terbaik yang berkelanjutan, agar konflik antara manusia dan satwa liar dapat diminimalisasi tanpa merusak keseimbangan alam.(adv/distanakkukar/atr/ob1/ef)

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Rendi Solihin Rombak Struktur PDIP Kukar, Mayoritas Pengurus Kini Anak Muda

25 April 2026 - 17:20 WITA

rendi solihin

Rendi Solihin ke Kader PDIP Kukar: Jangan Sibuk Saling Menyikut Jelang 2029

25 April 2026 - 12:21 WITA

rendi solihin

DPRD Kukar Minta Bankaltimtara Buka-Bukaan Soal Kinerja dan Kredit

24 April 2026 - 19:13 WITA

DPRD Kukar Bankaltimtara

Kiri Tebing Kanan Jurang, Komunitas Vespa Kaltim Taklukkan 1.500 Km di Sulsel

24 April 2026 - 19:06 WITA

Komunitas Vespa Kaltim

Warisan Kutai Masih Bertahan, Festival Nutuk Beham Resmi Dibuka di Kedang Ipil

23 April 2026 - 22:19 WITA

Festival nutuk beham

Lima Rumah Ludes, Kebakaran di Kota Bangun Rugikan Warga Rp3 Miliar

23 April 2026 - 15:41 WITA

Kebakaran kota bangun
Trending di Peristiwa