Menu

Mode Gelap

Distanak Kukar · 17 Jul 2025 18:03 WITA

Pemkab Kukar Deklarasikan Sekolah Pemberdayaan Rakyat, Dorong Petani dan Nelayan Jadi Wirausaha Mandiri


Pemkab Kukar Deklarasikan Sekolah Pemberdayaan Rakyat, Dorong Petani dan Nelayan Jadi Wirausaha Mandiri Perbesar

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA– Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) resmi mendeklarasikan pelaksanaan program Sekolah Pemberdayaan Rakyat (SPR), sebagai langkah lanjutan dari kerja sama dengan Dewan Kerajinan dan Kebudayaan Berbasis Inovasi (DKKBI) di bawah Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), dan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Deklarasi ini menjadi tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebelumnya, sekaligus menandai dimulainya program pelatihan terpadu di tiga subsektor strategis: peternakan, perikanan, dan pertanian.

Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, menjelaskan bahwa program ini telah menjaring 27 peserta aktif dari tiga kecamatan, yaitu Muara Badak, Loa Kulu, dan Tenggarong Seberang. Masing-masing subsektor diwakili oleh sembilan orang yang dinilai telah memiliki usaha dan pengalaman di bidangnya.

“Kami harap SPR ini bisa berjalan lancar dan para petani, nelayan, serta peternak yang ikut bisa menjadi agen perubahan. Mereka bukan hanya mendapatkan ilmu, tapi juga mentransfer ilmunya ke masyarakat sekitar,” ujar Sunggono, Kamis (17/7/2025).

Ia menambahkan, kehadiran SPR bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi juga bertujuan menanamkan jiwa kewirausahaan dalam bidang pertanian dalam arti luas. Dengan begitu, pelaku usaha rakyat di sektor primer bisa meningkatkan kapasitas produksi sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk menjadi pelaku usaha yang mandiri dan berkelanjutan.

Sunggono juga menyoroti tantangan partisipasi generasi muda dalam program ini. Menurutnya, minat dari kalangan muda sebenarnya cukup tinggi, namun kuota peserta saat ini masih diberikan kepada pelaku usaha yang telah eksis di lapangan.

“Ke depan kami berharap anak-anak muda bisa lebih didorong untuk ikut, agar regenerasi petani dan pelaku usaha rakyat ini terus berlanjut,” tambahnya.

Dengan diluncurkannya SPR, Pemkab Kukar berharap akan terbentuk komunitas petani, nelayan, dan peternak yang tidak hanya tangguh secara teknis, tetapi juga mampu mengelola usaha secara profesional dan berbasis pasar.

Program ini menjadi bagian dari strategi besar Pemkab Kukar dalam mendukung visi Kukar Idaman, khususnya pada pilar penguatan ekonomi berbasis potensi lokal dan sumber daya manusia unggul.(adv/distanakkukar/atr/ob1/ef)

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Berangkat dari Samarinda, 40 Kg Sabu dan 157 Cartridge Etomidate Diungkap di Parepare

11 Juni 2026 - 19:20 WITA

sabu Parepare

Pertamax Rp16.650 per Liter, Ojol Tenggarong: Beban Tambah, Pendapatan Tak Naik

11 Juni 2026 - 16:05 WITA

pertamax

Harga Pertamax Naik, Akademisi Minta Pemerintah Jaga Daya Beli Lewat Operasi Pasar

11 Juni 2026 - 15:59 WITA

pertamax naik

Bongkar Muat Serap 1.500 Pekerja Lokal, Kukar Dorong Peluang Ekonomi Pesisir

10 Juni 2026 - 19:49 WITA

pesisir Kukar

Rita Widyasari Muncul Lagi, Pengamat Baca Sinyal Pengaruh Politik yang Belum Padam

10 Juni 2026 - 19:18 WITA

Rita Widyasari. (Istimewa)

Unit PPA Polres Kukar Tangani Video Diduga Melibatkan Anak, Warga Diimbau Tak Menyebarkan

9 Juni 2026 - 17:46 WITA

Unit PPA Polres Kukar,
Trending di Hukum - Kriminal