okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) secara resmi memulai pelaksanaan Sekolah Pemberdayaan Rakyat (SPR) di sejumlah desa melalui deklarasi yang digelar di Pendopo Bupati Kukar pada Kamis (17/7/2025). Program ini diharapkan menjadi motor penggerak penguatan sektor pertanian dan peternakan berbasis potensi lokal.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Muhammad Taufik, menjelaskan bahwa pelatihan SPR akan berlangsung selama tujuh bulan, meskipun tidak dilakukan setiap hari.
Sistem pembelajarannya disesuaikan dengan kurikulum yang telah diujicobakan di berbagai daerah oleh yayasan mitra.
“Pelatihannya tujuh bulan, tidak setiap hari. Jumlah peserta per sektor sembilan orang, itu mengikuti standar dari yayasan penyelenggara. Kurikulumnya sudah teruji sebelumnya,” jelas Taufik.
SPR sendiri dilaksanakan langsung di desa-desa, dengan tenaga ahli dan teknis yang turun ke lokasi. Fokus utama berada di Loa Kulu untuk sektor pertanian padi, dan Muara Badak sebagai sentra peternakan. Setiap peserta akan mendapatkan pelatihan teknis sekaligus pemahaman manajerial usaha berbasis pasar.
Taufik menambahkan bahwa salah satu tantangan utama adalah mendorong generasi muda untuk terlibat aktif dalam sektor pertanian dan peternakan. Namun, saat ini pelaksana program masih berasal dari pelaku usaha yang telah aktif dan berpengalaman.
“Harapan kita memang ke petani-petani muda. Tapi itu tidak mudah. Saat ini peserta yang terlibat adalah mereka yang sudah eksis. Nantinya mereka diharapkan bisa membina dan menularkan ilmunya ke yang lain,” tuturnya.
Pelaksanaan SPR ini merupakan bagian dari strategi besar Pemkab Kukar dalam mewujudkan visi Kukar Idaman, terutama pada aspek penguatan ekonomi rakyat dan pengembangan sumber daya manusia unggul.(adv/distanakkukar/atr/ob1/ef)








